Wednesday, August 7, 2013

Musibah dan Hikmah

(Sumber Foto)


Dalam malam menyambut hari kemenangan, yang seharusnya disambut dengan penuh suka cita dan gegap gempita. Tapi, tidak untuk Jelita Afifa. Seorang gadis yang usianya baru 18 tahun dan baru masuk di bangku kuliah di tahun pertama. Dia terlihat murung di sudut ruang rumah sakit, menunggui ibunya yang sedang dirawat karena mengidap penyakit serius yang belum terdiagnosis oleh dokter. Koma sudah hampir 1 minggu. Tapi, menurut daftar riwayat medis, ternyata ibu Jelita pernah mendapat serangan jantung. Iya, malam ini adalah malam hari raya Idul Fitri, dari kejauhan terdengar sayup2 di telinga Jelita suara takbir yang sahut menyahut riuh rendah.

Esok adalah hari Lebaran, tapi ibu Jelita justru terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan sprei putih dan selimut bergarisnya. Ayahnya memang tidak bertugas menunggui ibu Jelita malam ini, Justru di malam lebaran ini, ayah Jelita sedang sibuk meeting dengan pegawai2nya. Maklum saja ayah Jelita adalah seorang pengusaha. Perusahaan keluarga yang berkaitan dengan advertising. Tetapi, akhir2 ini perusahaan ayahnya sedang mengalami masalah keuangan hanya karena kalah tender dengan perusahaan yang menjadi rivalnya. Mungkin saking terlalu jujur, sehingga tanpa ayah Jelita sadari ada rival yang menghalakan segala cara untuk berlaku curang. Bahkan perusahaan ayahnya juga sempat terlambat membayar gaji para karyawannya, sampe2 ada beberapa yang mengundurkan diri, dan sebelumnya sempat berdemo meminta tunggakan gaji yang terpending. Masih untung bank belum sampai menyita aset2 yang dimiliki keluarganya.

Jelita, seorang anak tunggal yang berusaha memahami betul kesulitan yang sedang dialami oleh keluarganya. Mungkin juga karena permasalahan ekonomi yang menimpa keluarganya, sehingga ibu Jelita terbaring sakit. Tak banyak yang dapat dilakukan oleh keluarga Jelita. Air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang dirasakan. Begitu juga yang dilakukan oleh Jelita malam itu, malam yang semestinya dipenuhi dengan keceriaan dan suka cita menyambut hari Lebaran, tapi justru yang dialaminya adalah kesedihan. Tahun terberat bagi keluarga Jelita, mengalami kebangkrutan dan ibu Jelita terbaring koma di ruang ICCU.

Jarum jam di dinding kamar sudah menunjuk pukul 11 malam, tak terdengar lagi di telinga Jelita kumandang takbir yang menggema. Sudah larut rupanya, tapi kedua kelopak mata Jelita masih saja terbelalak, belum mauu diajak terpejam. Kesedihan menyelimuti hatinya. Memikirkan nasib keluarganya. Memikirkan bagaimana cara membayar pelunasan biaya rumah sakit yang tentunya tidak sedikit, Memikirkan perusahaan ayahnya yang berada di ambang kebangkrutan karena mengalami kerugian besar dan harus mengganti rugi sebesar ratusan juta rupiah, belum lagi gaji karyawan yang belum terbayarkan. Masya Allah, betapa pedih hati Jelita malam itu. Tak henti2nya air mata mengucur deras membasahi pipinya yang putih mulus.

“Ya Allah, mengapa kau timpakan ujian yang begitu berat pada keluarga hamba? Di saat keluarga hamba sedang dilimpahi berkah dan bergelimang harta tak pernah melupakan untuk menyisihkan sebagian yang memang menjadi hak2 bagi orang2 yang tak mampu, dan mengapa di saat yang bersamaan pula ibu hamba harus terbaring koma di rumah sakit.” Kembali air mata berderai, kini semakin bertambah deras. Lalu, diambilnya buku yasiin yang memang sengaja dibawanya dari rumahnya semenjak ibunya di rawat di rumah sakit. Dibukanya lembar demi lembar dan dibacanya lantunan ayat2 dari surat yasiin dengan lirih. Kemudian, sekilas Jelita melihat air mata keluar dari kedua kelopak mata ibunya yang masih terpejam. Rupanya, meski dalam keadaan koma, namun setengah dari kesadaran ibunya mendengar lantunan ayat2 quran itu. Jelita merampungkan ayat terakhirnya baru kemudian menghampiri sang ibu, “Bu, kalo ibu mengijinkan besok Jelita mau mencari kerjaan, yang kerjanya paruh waktu pagi-sore, malamnya Jelita nungguin ibu lagi. Boleh ya, bu? Jelita cuma pengen bisa membantu keluarga kita. Jelita gak mau tinggal diam begitu saja melihat keadaan yang sedang kita alami saat ini. Ibu, Jelita pengen ibu cepet sembuh, biar kita bisa kembali bekumpul seperti dulu lagi, Jelita kangen dengan hari2 kita yang selalu diiringi tawa dan canda, Jelita kangen bisa cerita2 sama ibu, Jelita mau ibu cepet sadar dari koma, Jelita kangen sama masakan ibu.” Kembali air mata Jelita yang mulanya mengering, mengucur deras.

Jam berdentang 1 kali, itu artinya jam 1 dini hari. Suara ayam jantan berkokok terdengar dari kejauhan. Mata Jelita mulai terkantuk. Akhirnya Jelita tertidur di samping ranjang ibunya.

Sinar matahari pagi mulai merembet masuk dari celah tirai jendela yang sedikit terbuka. “Oh, sudah pagi rupanya. Masya Allah, aku belum sholat shubuh.” Jelita pun segera bergegas menuju toilet yang memang berada di ruangan ibunya dirawat.

Selesai sholat shubuh, Jelita menghampiri ibunya untuk berpamitan pulang ke rumah hendak melaksanakan sholat Id dan mencari pekerjaan di hari itu. Tak lama, perawat pun masuk ke ruangan, suara pintu berdecit terbuka, “Selamat pagi mba,” sapa ramah perawat itu, “Selamat pagi juga …., suster, bisa saya minta tolong untuk menjaga ibu saya sampe siang nanti? soalnya saya ada urusan sebentar.”

“Ehmm, saya tugas jaga sampe jam 10 saja, terus nanti ganti shift dengan perawat yang lain, bagaimana mba?”

“Oh, begitu ya,”

“Tapi, kalo saya sih mau2 saja mba untuk menjaga ibu mba Jelita, ehhmm, nanti saya akan minta tolong juga sama teman yang menggantikan jam saya untuk menjagakan ibu mba Jelita sampai mba dateng, gimana? Mba tenang aja, mba selesaikan saja urusan mba dulu, soal ibunya mba Jelita, saya yang handle semua, oke?”

“Ya Allah, Alhamdulillah, terimakasih ya sust, suster baik sekali. Saya jadi lega sekarang. Insya Allah, kalo sudah selesai urusannya, saya langsung kembali ke sini kok. Terima kasih ya sust. Saya pamit dulu. Assalamu’alaikum.” “Iya, mba, wa’alaikum salam, ati2 mba.”

########

Setibanya Jelita kembali ke rumah, di rumahnya dijumpainya botol2 minuman. “Masya Allah, apa ini? Ah, aku pulang kan cuma mau mandi dan bergegas ke masjid untuk sholat Id. Nanti saja kutanyakan pada ayah tentang botol2 minuman itu.” ujarnya pada dirinya sendiri. Dengan cekatan, Jelita mempersiapkan segala sesuatunya untuk segera berangkat ke masjid melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.

########

Sholat Id yang biasanya Jelita dilakukan bersama2 dengan ibunya, untuk kali pertamanya, kali itu Jelita
datang dan menggelar sajadahnya sendiri di antara kerumun muslimah lain. Betapa miris hatinya menyaksikan kanan kirinya saudara muslimah lain sholat Id bersama2 dengan sanak keluarganya. Tapi, tidak bagi Jelita.

#######

Selesai sholat id dan bersilaturahim ke rumah2 tetangga, Jelita berkeliling kota mulai dari pukul 10an hingga panas terik menyengat, tapi tak ada satupun kantor atau pertokoan yang buka. Oh iya, dia baru sadar kalo hari ini adalah hari raya Idul Fitri. Jadi pantas saja kalo semuanya tutup. “Masya Allah, bagaimana ini? Kenapa tidak ada satupun yang buka? Kalopun keluar masuk pertokoan, tapi pasti tidak ada satupun yang mau menerima aku kerja karena hanya seorang lulusan SMA. mau kerja apa?” Wajah Jelita pun mulai kusam, kembali murung. Jelita terduduk di kursi taman kota di siang hari itu. Tiba2 dia dikejutkan oleh suara seorang laki2, “Selamat siang, mba?” “Oh, eh, iya siang,” jawab Jelita terbata2.

“Mau ini?” si laki2 itu menawarinya sebotol air mineral. Jelita menggeleng, “Enggak, mas, makasih.”

“Aku ini cowok baik2 kok, gak mungkin kan di hari idul fitri seperti ini aku menodai hari yang indah ini dengan perbuatan yang tidak baik. ehmm, boleh tau isi stopmap merah itu mba? tapi, kalo boleh kutebak, Mba mau cari kerja ya?” ujar cowok itu sok tau.

Jelita terdiam.

“Maaf, mba, saya Rindra Akmal Putra, kebetulan di tempat kerja ku ada lowongan pekerjaan, ya siapa tau mba bersedia mengisi lowongan itu.”

Jelita mulai agak tertarik dengan tawaran yang diajukan cowok bertubuh tinggi tegap itu. “Kerja? Jadi apa?”

“Kerja di restoran, jadi waitress. Gimana, mba mau?”

“Ehm, iya2 aku mau, aku mau, aku memang sedang perlu banget kerjaan. Mau jadi waitress kek, OB kek, apapun itu yang penting halal, aku mau.”

“Ini kartu nama ku, senang bisa membantu mba. Ehmm, nama mba siapa ya?” tanyanya kemudian.

“Oh, iya mas, namaku Jelita. Jelita Afifa. Terima kasih atas bantuan dan tawaran lowongan kerjanya ya mas, ehmm, ngomong2 kapan aku bisa mulai kerjanya?”

“Karena ini masih bertepatan dengan hari raya, jadi masih libur, ehm, mba Jelita bisa mulai kerja besok Rabu, gimana, setuju?” tanya cowok itu meminta persetujuan.

“Oh, iya2, alhamdulillah ya Allah, akhirnya hamba mendapatkan pekerjaan. Terima kasih ya mas, terima kasih sekali, Allah yang akan membalas semua kebaikan hati mas,” ujarnya terharu.

“Iya, sama2. Mba gak usah sungkan2 ya. Oke, kalo begitu aku tunggu besok Rabu di restoran ya.”

“Iya, pasti aku datang ke sana. Sekali lagi te …. ” Belum lagi Jelita menyelesaikan kalimatnya sampai titik, si cowok itu pun segera bergegas meninggalkan Jelita sendiri di taman kota, “Ya Allah, baik banget sih tu orang, semacam malaikat penolong saja.” kata Jelita dalam hati sambil terus menatap kartu nama berwarna biru muda dan bergegas meninggalkan taman kota menuju rumahnya.

########

Di rumah, Jelita menjumpai ayahnya yang ternyata sedang tidur lelap di kamarnya. Betapa kagetnya Jelita melihat botol2 minuman di lantai kamar yang juga ditemukannya di meja ruang tamu tadi pagi.
“Masya Allah, ayah! Apa2an ini?! Ayah, bangun! Bangun, yah!” diguncang2kannya tubuh ayahnya sampai benar2 membelalakan kedua kelopak matanya. “Eh, kamu Ta, udah pulang ya?” tanya ayahnya dengan cuek.

Tanpa mengubris pertanyaan ayahnya Jelita langsung memburu ayahnya dengan beberapa pertanyaan yang terlintas dalam benaknya sedari pagi, “Ayah, kenapa banyak sekali botol2 minuman di ruang tamu, di lantai kamar, berserakan dimana2, ayah minum ya tadi malam?”

“Kamu, gak usah ikut campur urusan ayahmu ini, urusi saja urusanmu sendiri, urus saja ibu kamu yang sedang koma itu.” ujar ayahnya dengan nada kasar.

“Masya Allah, ayah. Ayah sadar gak dengan apa yang sudah ayah lakukan?” …. “Ayah, sekarang jawab pertanyaan Jelita, apa tadi ayah gak sholat Id?”

“Sholat Id? Aduh ayah ketiduran, jadi ayah tadi gak sholat Id. Kenapa kamu gak membangunkan ayah?” jawab ayahnya sekenanya.

“Mana Jelita tau kalo ayah begini. Ayah ketiduran karena ayah mabuk berat, ada beberapa botol minuman berserakan dimana2. Yah, Jelita tau kesulitan ekonomi yang sedang kita alami saat ini, tapi bukan berarti ayah lantas melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah. Ayah dulu gak pernah seperti ini, ayah dulu selalu rajin beribadah dan mendekatkan diri pada Allah, ayah dulu selalu menjadi ayah yang tegar dalam menghadapi setiap ujian dari Allah, ayah dulu gak pernah kenal dengan yang namanya minum2an, ayah dulu gak pernah berputus asa ketika datang cobaan. Ayah, ingat kan, kesulitan ekonomi yang kita alami sekarang bukanlah kali pertama kita alami, tapi sudah yang ketiga kalinya, tapi ayah selalu bisa berfikir dengan kepala dingin, jernih, dan bijak dalam setiap menyelesaikan masalah, tapi kenapa kali ini ayah justru melakukan hal yang membuatku jadi kecewa sama ayah!” ujar Jelita panjang lebar.

“Itu dulu, Ta, sekarang situasinya berbeda, ekonomi keluarga sedang terguncang dan ibu kamu sakit, lalu siapa yang bisa menolong ayah?”

“Yah, ayah percayakan sama Allah, Dia-lah satu2nya penolong bagi hamba2Nya yang pada waktu mengalami kesulitan dan musibah. Kita akan memohon dan meminta pertolongan hanya kepada Nya, Dia-lah satu2nya tempat kita mengadu ketika kita tengah mengalami berbagai himpitan ujian. Ayah, Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuannya. Allah memberi ujian berat ato ringan karena Allah yakin kita bisa melewati ini semua dengan kuat, sabar, dan ikhlas, agar kita semakin mendekatkan diri pada Allah. Allah benci dengan orang2 yang mudah berputus asa.”

“Cukup! Kenapa kamu malah menggurui ayah dengan khotbah mu itu?!” ucap ayahnya dengan nada ketus.

“Ayah, Jelita hanya ingin ayah sadar, Jelita hanya ingin mengingatkan agar ayah gak melakukan hal bodoh ini lagi. Ayah, ibu butuh kita, ibu butuh kekuatan kasih sayang dan doa dari kita. Ayolah ayah, jangan terlalu terpuruk seperti ini, Jelita cuma pengen ayah yang seperti dulu, ayah yang tegar dan kuat,” panjang lebar Jelita menumpahkan segala isi hatinya, tanpa disadarinya air matanya tak mampu untuk dibendungnya lagi.

“Tinggalkan ayah sendiri. Ayah baru pengen sendiri, jangan ganggu ayah. Keluarlah,” perintah sang ayah pun dituruti Jelita yang beranjak dari kamar ayahnya menuju ruang tamu hendak membereskan botol2 minum yang berceceran.

########

Di rumah sakit, kembali Jelita merenung dan tampak murung. Tapi, tidak diperlihatkan pada ibunya yang sedang tergolek koma. “Ya Allah, ujian apa lagi ini? Sanggupkah aku memikul beban yang begitu berat ini, Ya Allah? Sampai kapan ini semua akan berakhir?” ucap Jelita lirih agar tak terdengar oleh ibunya.

########

Rabu ….

Pagi yang cukup cerah, Jelita mengemasi barang2 dan memasukan baju kotornya ke dalam tas kresek hitamnya. Setelah berpamitan pada ibunya, Jelita bergegas memburu waktu karena hari itu Jelita akan memulai bekerja di restoran milik cowok yang waktu itu memberinya sebuah kartu nama. Dibacanya lagi kartu nama yang bertuliskan “Rindra Akmal Putra” yang di sebelah kanan bawah tertulis nama restoran dan alamat lengkapnya disertai dengan nomer telfon. Begitu bersemangatnya Jelita pagi itu, “semoga hari ini menjadi hari keberuntungan buatku. amin” katanya dalam hati.

#########

Tak berapa lama, setelah berputar2 mengelilingi jalanan yang mulai macet oleh kendaraan, akhirnya Jelita menemukan alamat yang dimaksudkan dalam kartu nama itu, “nah, ini dia, bismillahirrohmanirrohim” ujar Jelita. Dia pun mencoba masuk ke dalam restoran melalui pintu kaca yang kebetulan memang tidak terkunci dan dari luar terlihat lengang, sepi, belum ada satu orang pun pembeli yang datang. “wah, besar juga ya restoran ini.”ucapnya penuh kekaguman.

“Assalamu’alaikum, permisi, apa ada orang di sini?” tanyanya berharap akan ada jawaban dari seseorang dari dalam ruangan.

srek srek srek, ngiek, terdengar suara pintu dibuka, “Permisi, pak, bu? Assalamu’alaikum”

“Ya, wa’alaikum salam,” …… “Oh, kamu? Kamu cewek yang waktu di taman kota itu kan?”

“Ehmm, iya pak, eh mas, aduh, bingung manggilnya apa ya?” …. “Maaf pak, saya langsung masuk ke dalam soalnya tadi pintunya gak dikonci.”

“Oh, iya, memang gak saya kunci sejak shubuh tadi. Ehmmm, ternyata kamu datang lebih awal dari karyawan yang lain, ini kan baru jam 6.30. Padahal restoran ini baru buka jam 10.”

“Oh, terlalu pagi ya pak, kalo gitu saya pulang dulu aja deh pak,”

“Eh, gak usah, gak pa2, kita kan bisa ngobrol2 dulu sambil menunggu yang lain datang.” …. “Oh ya, panggil saja saya Rindra, biar lebih akrab.”

“Oh, iya, pak, eh, mas, eh, Rindra.” ….. “Ehmmm, pak, eh aduh, hmmm maksud saya, mas Rindra, yang punya restoran ini ya?”

“Panggil saja Rindra, gak usah pakai mas ato pak.” …… “Iya, kebetulan saya pemiliknya, ya restoran kecil2an aja sih, sebagai bentuk pembuktian ke ortu kalo aku bisa mandiri dan bisa membangun ini dengan hasil jerih payah sendiri,” …… “Sebenernya aku masih kuliah, baru skripsi sih, dan kebetulan kuliahku memang berhubungan dengan bisnis, makanya aku melihat peluang bisnis yang sedang bergeliat dan bisa berkembang pesat ya salah satunya restoran.” ….. “Rencananya sih, kalo bisa tahun depan aku pengen buka cabang di kota lain, doakan ya,” panjang lebar Rindra ngomong tanpa titik koma, seolah2 mereka sudah saling kenal lama.

“Amin, semoga keinginannya bisa segera terwujud.” Jelita ikut mengaminkan doa Rindra.

“Oya, ini kunci loker kamu, dan baju seragamnya ada di dalam loker, selamat bergabung ya, semoga kamu betah kerja di sini.”

Jelita menerima kunci loker dan segera bergegas menuju ruang loker, tak lupa sebelumnya dia mengucapkan banyak terima kasih pada Rindra karena sudah bersedia menerimanya sebagai karyawan di restorannya.

#######

Hari pertama di restoran, semua teman2 Jelita terlihat begitu welcome dan beramah tamah, tapi, ada satu cewek yang terlihat bermuka masam dan jutek. Apalagi ketika si cewek jutek itu melihat keakraban Jelita dengan Rindra. Cewek itu bernama, Eliana.

#######

Hari ke tujuh, Eliana semakin terbakar cemburu setiap kali melihat keakraban Rindra dan Jelita. Sampai2 dia berniat untuk mencelakakan Jelita. Dan pada suatu hari, Eliana merencanakan sesuatu dengan membuat berita yang tidak benar. Eliana membuat fitnah kalo Jelita mengambil sebagian uang yang ada di kasir. Dan berita itupun sampai juga di telinga Rindra.

“Astaghfirullahal ‘adzim, itu gak bener. Sama sekali aku gak ngelakuin hal itu. Aku memang sedang membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibuku di rumah sakit, tapi sama sekali aku gak pernah berniat sedikitpun untuk mengambil uang yang bukan menjadi hak ku. Meskipun baru beberapa hari aku kerja, tapi aku sudah mulai nyaman kerja di sini, jadi mana mungkin aku melakukan tindakan bodoh itu, gak ada sedikitpun dalam benakku niat untuk mengambil uang di kasir. Itu fitnah, pak!” begitulah pembelaan yang diutarakan Jelita ketika Rindra memanggilnya di ruang kerjanya dan disaksikan beberapa karyawan lain, yang sebelumnya sudah bersepakat dengan Eliana untuk meyakinkan Rindra akan berita bohong tentang uang dari kasir yang sengaja diambil Eliana dan disimpan di loker Jelita, tanpa sepengetahuannya, pastinya.

“Pak, untuk membuktikan apakah Jelita benar2 mengambil uang itu ato gak, kita cek aja loker milik Jelita.” usul Eliana dan setujui oleh semuanya.

“Baiklah, mari kita lihat dan buktikan.” Mereka pun bergegas menuju ruang loker, tak ketinggalan pula Jelita, si tersangka utama. Dan ketika loker dibuka, Rindra menemukan amplop coklat yang tebal, yang dipastikan isinya adalah uang, bernominal 5 juta.

“Masya Allah, gak mungkin, ini sama sekali gak benar, ini fitnah, aku gak pernah mengambil uang itu.” …. “Pak, percayalah sama saya, saya gak pernah berniat untuk mencuri uang di kasir, meskipun saya memerlukan uang itu, tapi sejak kecil orang tua ku selalu mengajarkan kepada ku untuk berlaku jujur dan melarang mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak ku. Saat ini ibu ku memang sedang dirawat di rumah sakit dan perekonomian keluarga ku juga sedang tidak baik, tapi bukan berarti aku menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan uang. Tetapi kalo toh, pak Rindra dan teman2 masih juga tidak percaya, baik, saya akan mengundurkan diri dan keluar dari restoran ini. Tapi, saya hanya ingin mengingatkan pada semua, suatu saat Allah akan menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah.” …. “Terima kasih, pak, sudah memberi saya kesempatan untuk bisa bekerja di sini. Terima kasih teman2 karena kalian sudah baik kepada saya,” …. “Saya pamit, assalamu’alaikum.”

Jelita pun akhirnya keluar dari restoran itu tanpa membawa sepeserpun uang hasil kerjanya. Sesampainya di rumah sakit, Dia kembali terlihat murung di sudut ruang kamar ibunya. Padahal sudah beberapa hari terakhir ini Jelita tampak begitu ceria sepulang dari tempat kerjanya itu.

########

Di restoran, Milly, teman Eliana yang juga sahabat dekat Jelita di restoran, diam2 melaporkan peristiwa yang sebenarnya terjadi beberapa hari lalu yang berkaitan dengan hilangnya uang di kasir. Milly yang waktu kejadian melihat langsung apa yang disaksikannya ketika Eliana melakukan aksinya mengambil uang di kasir dan memasukannya ke dalam loker Jelita ternyata tanpa sepengetauan Eliana, Milly mengambil gambarnya melalui kamera handphone-nya.

“Milly, kenapa waktu itu kamu tidak langsung bilang sama saya? Kamu tau kan Milly, meski saya baru mengenal Jelita beberapa hari, tapi entah kenapa saya bisa nyambung setiap kali ngobrol dengannya, seolah2 sudah saling kenal lama. Sebenarnya saya ingin percaya dengan semua yang dikatakan Jelita waktu itu, tapi dengan melihat bukti2 yang ada hilanglah kepercayaan saya terhadap Jelita, dan sekarang kamu tau Mill, saya sangat menyesal karena sudah tidak mempercayainya.” …. “Sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan, aku akan menemuinya di rumah sakit.”

#######

Di rumah sakit, tanpa harus mencari dan bertanya pada perawat jaga dimana letak ruangan ibu Jelita dirawat, Rindra langsung dapat menemukan ruangan karena beberapa hari lalu ketika mereka berbincang2 Jelita sempat menyebutkan nomer ruang dimana ibunya dirawat.

“Assalamu’alaikum” …. “Jelita, ada hal yang ingin kusampaikan padamu, perihal kejadian di restoran kemarin.” …. “Bisa kita bicara di luar?”

Jelita menengok ke arah ibunya sebentar, kemudian mengangguk dan mereka berjalan menuju sebuah kursi panjang di ruang lobi rumah sakit.

“Jelita, aku mau minta maaf sama kamu, karena aku sudah gak percaya sama kamu, bodohnya aku, seharusnya aku lebih percaya sama kamu daripada Eliana. Meskipun dia bekerja di restoran lebih lama dari kamu, tapi aku lebih percaya padamu daripada Eliana. Mungkin akan lebih baik jika aku tidak lagi mempekerjakan Eliana di restoran karena dia sudah memfitnahmu.”

“Dra, aku rasa itu keputusan yang salah dan tidak bijak. Keputusan yang hanya sepihak tentu akan sangat tidak adil baginya.” ujar Jelita menyanggah keputusan Rindra. “Untuk sekedar membuatnya jera atas tindakannya tidak perlu sampai harus memecatnya kan?” …. “Apalagi dia jauh lebih lama bekerja di restoran dari pada aku, aku rasa dia melakukan hal itu karena ada alasan tertentu, mungkin hanya perlu sedikit klarifikasi darinya agar permasalahan menjadi lebih gamblang.” …. “Jadilah pemimpin yang bijak bagi anak buahmu, karyawan2mu cukup banyak, seharusnya kamu bisa menjadi pemimpin yang baik untuk dirimu sendiri dan juga bagi anak buahmu. Pertimbangkan masak2 sebelum mengambil keputusan.”

“Tapi, dia sudah memfitnahmu,”

“Iya, aku tau, Dra, tapi apa kamu gak memikirkan bagaimana jika kamu berada di posisinya ketika kamu tiba2 dipecat sementara dia memang sangat memerlukan pekerjaan itu. Aku tau bagaimana susahnya mencari uang, aku tau gimana rasanya hidup susah. Uang, manusia seolah2 telah diperdaya oleh uang, dimana harga kebutuhan pokok juga semakin melambung dan saat ini untuk mendapat pekerjaan pun susah.” …. “Tolong, jangan pecat dia, kalo dia malu atas apa yang sudah dia perbuat, pasti dia akan menyadari kesalahannya dan dia akan minta maaf, itu sudah cukup bukan untuk membuatnya jera?”

“Masya Allah, kamu ini begitu bijak sekali dalam menyikapi permasalahan. Padahal jelas2 kamu sudah difitnah olehnya, tapi kamu malah memaafkannya.”

“Kalo aku gak memaafkannya ato justru berbuat lebih buruk dari apa yang sudah dilakukannya padaku, berarti aku juga sama buruknya dengannya, bahkan lebih buruk dari dia.” …. “Ibu ku selalu mengajarkan kepadaku agar memaafkan kesalahan orang lain dan jangan pernah menjadi seorang pendendam. Itu saja.”

“Subhanallah, ternyata banyak hal berharga yang bisa aku pelajari dari kamu. Selama aku mengenalmu banyak hal yang bisa kupetik dari setiap sisi kehidupan mu. Padahal baru 1 bulan kita kenal tapi aku merasa seperti sudah lama mengenalmu.”

“Belajar gak hanya di bangku sekolah saja kan, belajar tentang hidup juga gak selalu dilihat dari segi usianya seseorang, meski aku baru tamat SMA, tapi pengalaman hidupku jauh lebih banyak daripada kamu, si pak bos restoran, hehehehe …” tawa renyah Jelita mulai terdengar lagi. Ya, memang setiap kali mereka berbincang, ada saja yang bisa membuat Jelita tertawa di tengah situasi sulit yang sedang dialami keluarganya. Rindra memang si “guardian angel” bagi Jelita.

“Oke, baiklah kalo begitu, aku mengaku kalo ilmuku memang tertinggal jauh dari kamu, bu guru, heheee….” ledek Rindra, “Ehmmm, by the way, mulai besok, mau gak kamu kerja lagi di tempat ku?”

“Ehhmmm, gimana ya? iya deh aku mau….” jawab Jelita mengiyakan.

########

Sekembalinya Jelita bekerja di restoran milik Rindra, hubungan Eliana dan Jelita pun mulai membaik setelah Rindra mengorek latar belakang fitnah itu muncul dan disebarkan pada karyawan lain tentang uang yang hilang beberapa waktu lalu. Diakuinya kalo motif dari fitnah itu hanya karena Eliana merasa cemburu setiap kali melihat keakraban Jelita dan si pak bos Rindra. Dan Eliana juga sudah meminta maaf kepada Jelita atas sikapnya yang kekanak2an tersebut.

#######

Satu bulan berlalu, hubungan antara pak bos dengan karyawan, Rindra dan Jelita pun semakin akrab. Rindra selalu mengantar dan menjemput Jelita dari rumah ke RS dan ke restoran.

Di rumah sakit, keadaan sang ibu masih juga belum menunjukan tanda2 yang baik, masih terbujur koma. Dan sementara itu, sang ayah sedikit demi sedikit sudah dapat membangun kembali usahanya dari nol dan kembali menjalin hubungan kerja sama bisnis dengan partner kerjanya.

######

Di rumah sakit,
Pada saat keadaan sudah mulai membaik, Jelita pun tetap dapat melanjutkan kuliahnya sambil bekerja. Ayahnya mulai menjalin hubungan kerja dengan mitra bisnisnya, tetapi justru sang ibu mengalami collapse. Keadaan ibunya yang diperkirakan oleh dokter takkan bertahan lama, ternyata benar. Di sore itu, Jelita ditemani sang ayah dan Rindra berada di RS. Di sana terjadi kepanikan yang luar biasa, semua peralatan medis pun dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada ibu Jelita. Tapi sayang, Allah SWT berkehendak lain. Ibu Jelita menghembuskan nafas terakhirnya ketika keadaan ekonomi keluarganya sudah sedikit menemui titik cerah.

Seusai pemakaman ibunya, Jelita pun tetap berusaha tegar kala itu, walaupun sebenarnya ingin teriak sekencang2nya dan meminta kembali ibunya untuk dapat terus menemaninya sampai akhir hayatnya, tapi bagaimana pun juga, Allah sang Pemilik Kehidupan-lah yang menentukan hidup mati seseorang. Jelita berusaha ikhlas melepas kepergian sang ibu menghadap sang Khaliq.

Betapa terguncangnya Jelita kehilangan sang ibu dalam keadaan dia belum menjadi seseorang yang dapat membahagiakan dan membanggakan ibunya. Kehilangan sang ibu ketika usianya masih tergolong belum siap untuk dapat menangkis setiap terpaan2 badai yang berusaha menghadangnya. Tetapi, dengan hadirnya Rindra yang selalu mendampinginya dan menguatkannya, Jelita berusaha untuk menjadi wanita yang kuat dan tabah.

########

Sepeninggal ibu Jelita, keadaan ekonomi keluarganya sedikit lebih baik. Tetapi, tampak terlihat kejanggalan atas sikap ayah Jelita beberapa minggu terakhir ini. Ayah Jelita mulai sering telfon2an dengan seseorang yang katanya partner kerjanya. Rupanya, sang ayah mulai bersikap tidak jujur. Ya, walau baru 2 bulan kepergian sang ibu, ternyata ayah Jelita sudah mempunyai calon ibu baru bagi Jelita. Sampai pada suatu ketika sepulang dari kantornya, sang ayah datang ke rumah dengan membawa seorang wanita untuk diperkenalkan kepada Jelita.

“Jelita, kenalkan ini tante Bernadeth, sekretaris ayah, dan calon ibu baru kamu. Bagaimana menurutmu jika ayah menikah lagi?” …. “Ketika kamu sibuk bekerja dan kuliah, ayah jadi kesepian.”

Tercengang sesaat Jelita menyaksikan sesosok wanita seksi yang usianya kurang lebih 5 tahun lebih tua dari Jelita. Seketika Jelita beranjak dari duduknya dan mengatakan kepada sang ayah, “Ibu, baru meninggal 2 bulan yang lalu, yah, secepat ini ayah menentukan sikap untuk melupakan dan mencari pengganti ibu? Maaf ayah, Jelita tidak butuh ibu baru dalam hidup Jelita. Kalo ayah bersikeras untuk memilih wanita ini dan menikah dengannya yang sepatutnya menjadi anak ayah, baik, Jelita akan pergi dari rumah dan jangan pernah mencari Jelita ketika ayah tertimpa kesusahan atas apa yang sudah ayah putuskan sekarang.” …. “Jelita akan kemasi barang2 dan segera meninggalkan rumah ini, silahkan ayah berbuat sesuka hati ayah. Jelita tidak peduli.” ujar Jelita dengan jengkel.

Selesai mengemasi barang2nya di koper, malam itu juga Jelita pergi meninggalkan rumah kenangannya bersama ibundanya. Walau langkah kaki terasa begitu berat meninggalkan rumah kenangan yang sudah 18 tahun terukir bersama sang ibu, namun, demi sebuah ketetapan hati dan cintanya terhadap sang ibu, Jelita memilih untuk pergi dari rumahnya dan tinggal sementara di sebuah rumah kos yang berukuran 2 x 3 m di dekat kampusnya. Hal itu dia ceritakan pada Rindra yang kini resmi menjadi pacarnya.

########

Di restoran,
Beberapa bulan kemudian, ketika restoran sedang sangat ramai oleh pelanggan yang datang, manakala Jelita sedang membawa nampan berisikan segelas orange juice yang hendak diantarkan untuk pengunjung, betapa kagetnya dia menjumpai sesosok wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Bernadeth yang datang bersama sesosok laki2 bertubuh gemuk berkepala plontos. Tapi dia bukanlah ayahnya, padahal setau Jelita, seminggu setelah dia pergi dari rumahnya, ayahnya dan wanita itu telah menikah “siri”. Maka terjadilah pertengkaran adu mulut di sana.

Rindra pun segera datang untuk melerai pertengkaran sengit itu. Sementara itu sang ayah ditelfonnya untuk segera datang ke restoran Rindra dan menyaksikan langsung kelakuan istri sirinya di belakang ayahnya. Ternyata selama Bernadeth menikah dengan ayah Jelita, Bernadeth sudah menguasai hampir seluruh harta kekayaan milik ayah Jelita dan mengambil alih tugas manakala ayah Jelita tengah bertugas bisnis ke luar kota. Disaat itulah, Bernadeth mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan dan mengobrak abrik pembukuan dana keluar masuk perusahaan. Termasuk membuat surat bermaterai pengajuan balik nama salah satu perusahaan milik ayah Jelita yang berada di cabang luar kota. Ayah Jelita memang sudah terlalu percaya pada Bernadeth, sehingga ayah Jelita memberi kepercayaan penuh dan menyerahkan kuasanya untuk mengurus perusahaan. Tak urung, hubungan kerja sama dengan klien mengalami permasalahan, bahkan ada pembatalan hubungan kerja. Maka, terbongkar sudahlah semua kebusukan Bernadeth dan menyesal pulalah ayah Jelita dengan mengambil keputusan beberapa bulan lalu untuk menikahi wanita itu yang ternyata mempunyai jiwa matrealistis dan suka menuntut ini itu pada ayah Jelita, minta dibelikan mobil mewah, apartement, perhiasan emas bertahtakan berlian, dan barang2 mewah lainnya. Padahal ibu Jelita selama menjadi istri syah dari ayahnya tidak pernah menuntut ini itu.

Setelah sang ayah meminta maaf pada Jelita atas keegoisan sikapnya, ayah dan anak itu pun saling berpelukan.

Sang ayah pun berniat untuk membawa kasus penipuannya ke jalur hukum. Dengan begitu tentu akan ada keputusan yang seadil2nya bagi wanita itu di atas meja hijau.

Selama proses persidangan berlangsung, hakim memutuskan bahwa semua hasil kekayaan diserahkan kembali kepada ayah Jelita dan wanita itu harus mendekam di balik jeruji besi selama 10 bulan masa tahanan dan denda sebesar 50 juta.

########

Lima tahun kemudian, ketika usia Jelita menginjak ke 23 tahun, Rindra beserta kedua orang tuanya datang bertandang ke rumah Jelita untuk melamar Jelita. Dengan suka cita keluarga pihak Jelita pun menerima pinangan Rindra. Keluarga mereka pun bahagia, walau sebenarnya kebahagiaan mereka terasa tak lengkap tanpa kehadiran ibu Jelita yang telah tiada.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Yang Populer di Dedi Aryadi Al-Jazairi

...organise your mac ★★★★★ 10 Keyboard Shortcuts for Text 10 Quick Mac Tips 10.6 10.7 10.8 10.9 9 to 5 Mac A-Z Glossery - iPhone App Abdullah bin Muhammad As Salafi About Abu ‘Abdil Muhsin bin ‘Abidin as-Soronji Abu Qatadah Accounting Adab Adab Dan Perilaku Administrasi Siistem dan Jaringan Administrasi Staff adsense Ahli Hadits Ahmad Saud AirPlay Akuntan Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Al-Quran Amalan Sunnah Anak Anak Muslim Anak Serta Orang Tuanya android Anonymous Anti Virus Apoteker App App Store - News Apple Apple Downloads Apple Gazette Apple Keynotes Apple Matters Apple Pro Apple Support Communities Apple Support Tips Apple Updates apple.stackexchange.com AppleInsider Applelinks AppleNews AppleTV Application Tips applications Apps A-Z Apps Apps Apps Apps on Mac Apps on Mac - Dashboard Widget AppShopper AppShopper.com Aqeedah Aqidah Arab Saudi Arab Saudi' Karawang Artikel ASC Asteroid ATMac Audio Audio dan Video Automator Baby Sitter Bahasa Arab Balikpapan Bandung Bandung Barat Bangkalan Banjarnegara Banking Banten Bantul Banyumas Banyuwangi Batam Batang BBM Beasiswa Pelajar Beby Sitter Bekasi Berita Biaya Gratis Bidah Bidan BindApple Biografi blackberry Blitar Blogger Blogs + Forums Widgets Blora Bogor Bojonegoro Bondowoso Boot Camp Bored of your Mac? Boyolali Brebes Browser Brunei BUMN Business Widgets Calculate + Convert Cataloguer Cerita Cerita Pengajaran Changing the background Check external devices Check spelling and grammar Checker Cheff Cianjur Cibitung Cikarang Cilacap Cilegon Cilengsi Cimahi Cinta Cirebon Cleaning Service Clear Versions History + Auto-Save Cache Data Collect RSS feed URLS from Mail compiz conky Create Ringtones in iTunes Crew CS Cult of Mac Customise your desktop + screen saver Customizing Customizing Your Mac Cydia D3 Daily Tips and Tricks Dajjal Dasar Bermain Backtrack Dashboard Dashboard - Tips+Tricks Dashboard Guidelines Dashboard Widget Dashboard Widgets DashboardCandy DashboardClocks DashboardSearch DashboardWidgets.com Dashcode Delta Silikon Demak Depok Desain Grafis Desktop Desktop Computers Developer Forum Developer News Developer Tips Developer Tools Developer Widgets Development Tools digg Disable restored windows when re-opening specific apps Discussions Disnaker Display a login banner Display a short message Display system stats DKI Jakarta Doa dan Dzikir Dock Does your Mac qualify for free 10.8 upgrade? Download Downloads DR.Muhammad Nur Ihsan Driver Dual Boot OS X 10.7 Lion + OS X 10.8 Mountain Lion Easy Mac Tips Ebook EJIP Email Email + Messaging Widgets Energi Essential Exploitation Tools Extract and Save Mac Application Icons Falsafah Perang ala Sun Tze FAQ Farmasi Fatwa-Fatwa Fatwa-Ulama Financial Services Find a MAC Address in Mac OS X Find iMessage Users + Contacts Finder Fiqh Fiqh Ibadah Fiqh Kontemporer Fiqh Mu'amalah Fiqih Firoq Folders Food Widgets Forensics Formal Free Apps Freeware Furniture games Games Widgets Garut Gas Gatekeeper Get a Homepage - Mac OS X Style Get iTunes track notifications in your Dock Get Mac News Get More Mac and iOS Tips Get quick information with widgets Get RSS Menu Extension for Safari 6 Get Windows Live Hotmail with Mail Get Yahoo Mail with Mail gnome google Google News Gresik Grobogan gSearch - iPhone App Guide Gunung Kidul Guru Hacking Hackint0sh hackintosh Hacks Hadis Hadist Hadits Haji Hartono Jaiz Hasil Seniku Helper Hidden Features Hidden Features in OS X 10.8 Mountain Lion Hong Kong Hongkiat Hotmail How To How to disable the Java web plug-in HRD Ibn Kathir iCal iClarified iCloud iCloud + MobileMe iCloud News iCloud system requirements icon Icon Icons Icons + Screensavers iDesign - iPhone Wallpaper Ied iHackintosh iLife iLife 11 iLife Discussions - GarageBand iLife Discussions - iDVD iLife Discussions - iMovie iLife Discussions - iPhoto iLife Discussions - iTunes iLife Discussions - iWeb iLife News iLife Support Ilmu image Image Capture Imam Imam Abu Hanifah Imam Ghazali Imam Hanbali Iman iMovie Indramayu Info Info CPNS Informal Information Gathering Information Widgets InsanelyMac install driver install kernel install kernel lowlatency install software Install Windows 8 on a Mac Installation International Widgets Internet Internet and Chat Investment Banking iOS 4 iOS Developer News iOS Support iPad iPad - News iPad Support iPhone iPhone - News iPhone 4 iPhone App iPhone SDK iPhone Support iPhone Tips and Tricks iPhoto iPod iPod - News iPod News iPod Support iPod Tips and Tricks - iPhone App iPod touch Irhab iscsi Islam Istri Nabi IT IT Industry Today iTunes iTunes - Latest Movie Trailers iTunes - News iTunes - Top News iTunes App Store iTunes App Store - All New Applications iTunes News iWork Jababeka Jakarta Jaringan Komputer java Java Runtime Environment Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jember Jepara Jlainnya Job Baru job baru brunei Job Baru Malaysia Job Baru Taiwan Job Kontruksi Job Kontruksi Taiwan Jombang Jurnalis Just Added Just Added - iPhone Apps Just Added Downloads Just For Fun Widgets Kalsel Kaltim Karanganyar Karawang Kasir Kata Pengantar Keamanan Komputer Kebumen Kecantikan Kediri Kedokteran Kendal Keputusan Presiden Kerja Kantoran Kesalahan Dalam Solat Kesehatan kext Key Combos Keyboard Shortcuts Keynote Address KIIC Kisah Tauladan Klainnya Klaten Komputer Komuniti Islam Kontruksi Kristologi Kudus Kuliah Kulon Progo Kuningan Kurir Lagu Musik dan Permainan Laki-laki Lamongan Lampung Langsung Launchpad for Mac OS X Snow Leopard Lebak Links Linux Lion Listrik. Logistik Loker Astra LOker Pabrik Lowongan Kerja Lowongan Kerja Guru/Pengajar Lowongan Kerja Pertambangan Lowongan Kerja Rumah Sakit Lowongan Kerja SPG Lowongan Kontruksi Lowongan Kontruksi Taiwan Lowongan Pekerjaan Lumajang Mac Mac 101 Mac 101 - Get One on One with your Mac... Mac App Store Mac App Store - Business Mac App Store - Developer Tools Mac App Store - Education Mac App Store - Entertainment Mac App Store - Finance Mac App Store - Games Mac App Store - Graphics + Design Mac App Store - Health + Fitness Mac App Store - Lifestyle Mac App Store - Medical Mac App Store - Music Mac App Store - News Mac App Store - Photography Mac App Store - Productivity Mac App Store - Reference Mac App Store - Social Networking Mac App Store - Sports Mac App Store - Top 50 Mac Apps Mac App Store - Travel Mac App Store - Utilities Mac App Store - Video Mac App Store - Weather Mac Developer Tips Mac OS X Mac OS X 10.6 Mac OS X 10.7 Lion Mac OS X 10.8 Mountain Lion Mac OS X Applications Mac OS X Things Mac OS X Tips Mac OS X Tips - News Mac OSX Hints Mac OSX Hints - News Mac Quick Tips Mac Support Mac Tip of the Day Mac Tips Mac Tips and Tricks Mac Tips and Tricks - Desktop App Mac Tips Daily Mac|Life Mac101 Mac360 MacApp MacApper MacApps MacFixIt MacintoshOS.com Maciverse MacLion MacNews MacNN MacOSXAudio.com macosxtips.co.uk MacRumors MacSupport MacTech MacTips MacUpdate MacUpdate.com MacVideos MacWidgets Macworld.com - iPhone App Reviews Madiun magazines Magelang Magetan Mahasiswa Mail Maintenance Majalengka Makanan Makna Niat Makrifatullah Malang Malaysia Manager Manajemen Proyek ManiacDev Manufacturing Marketing Masakan Masalah Agama Masalah Rumah Tangga Medis Mekanik Mengenang Ilahi MInyak MM 2100 Mobile MobileMe News ModMyi.com Mojokerto Most Recent Movies + TV Widgets Mualamat Dan Riba Muhammad Thaha Al junayd MUI Mujahideen And Mujahidah Mukjizat Murotal Al-Quran Music Widgets Muslimah Nasehat Nasihat Nasyeed Navigating + Selecting Text in Mac OS X Negara Brunei Negara Canada Negara Taiwan Network Networking + Security Widgets New Application Tips New iPhone Apps news News on Mac News Widgets Nganjuk Ngawi nokia Notification Center Notification Center Tips OB office 2013 Office Boy Oil onemac.net onemac.org Open source OpenDashboard operating system Operator Operator Produksi Organize Your Dock OS OS X OS X - FAQ OS X 10.5 to 10.8 Upgrade OS X 10.7 OS X 10.8 Mountain Lion OS X Basics OS X Daily OS X Lion OS X Mac Tips + Tricks OS X Mavericks OS X Mavericks Tips OS X Mountain Lion OS X Mountain Lion - News OS X Mountain Lion Hompage OS X Mountain Lion Installation Guides OS X Snow Leopard OSX OSX Basics Other OS Pabrik Pacitan Pages Palembang Pamekasan Pandeglang Pangandaran Para Nabi Pasuruan Pati PC Pekalongan Pengumuman Penjaga Orang Jompo Perawat Perawat Panti Jompo Pernikahan Pertambangan & Logam Perusahaan Periklanan Pesanan PJTKI PJTKI Sragen PJTKI Pemalang PJTKI Rembang PJTKI Semarang PJTKI Sukoharjo PJTKI Tegal PLN Podcast Widgets Polisi Khusus Kereta Api Ponorogo Pontianak Portable Computers Ports and Connectors Pos Preambule Preferences Press Release Preview Pria Pro Tip Probolinggo Prof dr. M.M Al-A'Zami proxy PRT Puasa Public Relation Purbalingga Purwakarta Purwodadi Purwokerto Purworejo Putra-Putri Nabi QC Qurban racing Radio + Podcasts Widgets radio islam Rampant Mac - iPhone Wallpapers Rasulullah s.a.w. Remaja Dan Cinta Remote Folder and Synchronization Remove Dock Icons in OS X Mountain Lion Rename Files and Folders Renungan Reporting Tools Resepsionis Reset specific parts of Safari Restart an external device Restoran Riyadhus Shalihin RSS Ruang Keinsafan Rumaha Sakit Rynoedin S1 Safari Safari 5.1 Safari 6 Sahabat Sains dan Al-Quran Salam Redaksi Salatiga Sales Sales Manager Salon Samarinda Sampang Scheduled Startup and Shutdown ScreenCast Online SD and SDXC card slot FAQ Search Widgets Security Sekeretaris Semarang Serang Set up iCloud Set Up Storage Devices Shalat Shaum(Puasa) Shopping Widgets shortcut keyboard Sidoarjo Simple Desks Singapura Siri Siri Tips Situbondo situs islam Sleman SMA SMA/K SMK SMP Snow Leopard Snow Leopard Tips Soccer Softonic - Mac Softonic.com Softpedia Softpedia - Tips + Tricks Softpedia.com Software Solat Sunat Solo Speed Up Your Mac SPG/B Stacks Staff Staff Admin Staff Gudang Staff picks Status Widgets Stop Automatically Updates Storage StorePreview Strategi/Perencanaan Konstruksi Stress testing Subang Sukabumi Sumatera Sumatra Sumedang Sumenep Supervisor Support Surabaya Surakarta suriah Switch 101 switchtoamac.com Syaikh Abdul Aziz bin Baz syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al- Jibrin Syaikh Abdur Razzq 'Afifi Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali Syaikh Ali Hasan Al Halabi Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr Syaikh Ibnu katsir Syaikh Khalid al Husainan Syaikh Kholid bin Abdillah al-Mushlih Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Syamail Muhammadiyyah syiah.buku-buku sesat Syiakh Masyhur Hasan Salman symbian Syncing with iTunes System Configuration System Preferences Taiwan Take advantage of Quick Look Taking Screenshots Tambun Tangerang tarawih Tasikmalaya Taubat Sahabat Islam Kita Tauhid Tazkiyyatun Nufus Tekhnologi Teknik Mesin Teknisi Temanggung Terminal TextEdit The Apple Blog The Apple Core The Mac Observer The Mac Screencast Guy The MacTips Podcast Theme themes Themes thinkmac.net Time Machine Tip of the Day Tips Tips + Tricks Tips and Support Tips and Trick Tips and Tricks tips ubuntu Tips+Tricks TKI Tki/TKW Sukses TKW tool Top 10 Grossing Apps Top 25 Grossing Apps Top 50 Grossing Apps Top iTunes Tips Top Mac Tips Top10 Mac Tips Top10 Paid Apps Top10 Widgets Top50 Dashboard Widgets TopApps Translates Transportation Travel Widgets Trenggalek tricks TUAW Tuban Tulungagung Tutorial Tutorials tweak Ulama Unix Updates Updating USB 3 devices on Mac - FAQ Use Smart Folders effectively Useful iPhone Shortcuts Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat Ustadz Abdullah Taslim Ustadz Abdurrahman bin Abdul Karim At-Tamimi Ustadz Abdurrahman Thayyib Ustadz Abu Abdillah al-Atsari Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari Ustadz Badrussalam Ustadz Firanda Ustadz Hamzah Rifa’i Ustadz Khoilid Abdus Shomad Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Ustadz Zainal Abidin Syamsudin utilities VersionTracker Video Videos Vulnerability Assessment Waiter Waitress wallpaper Wallpaper Doa Wanita Want More Mac Tips ? Warehouse Warisan Wartawan Wates Web Apps web Developer Web Programmer WebApps Webcam Widgets wep cracker whatsapp Which Mac is Worth Your Investment? widget Widgets Windows windows 7 windows 8 windows xp wireless Wonogiri Wonosari Wonosobo Wudhu www.freemacware.com Yahoo Yogyakarta youtube YouTube Videos Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA Zakat ZDNet  Navigation Mac